Jawaban Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan… - kevinjtimothy.me

Jawaban Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan…


Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan…, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan anggrek tersebut melalui kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, ahli biologi dirujuk untuk itu adalah ahli?

Jawaban #1 untuk Pertanyaan: Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan anggrek tersebut melalui kultur jaringan. Dalam kultur jaringan, ahli biologi dirujuk untuk itu adalah ahli?

Dalam kultur jaringan, ahli biologi dirujuk untuk itu adalah ahli sitologi. Sitologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan. Kultur jaringan adalah menumbuhkan jaringan untuk mengasilkan individu baru.

Pembahasan

Kultur jaringan merupakan salah satu teknik dalam perbanyakan tanaman dengan cara menumbuhkan sel atau jaringan. Keuntungan pengadaan bibit melalui kultur jaringan yaitu dapat diperoleh bahan tanaman yang unggul dalam jumlah banyak dan seragam, selain itu dapat diperoleh biakan steril (mother stock) sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk perbanyakan selanjutnya (Lestari, 2011).

Terdapat empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan morfogenesis dalam kultur jaringan, yaitu genotipe, media kultur, lingkungan tumbuh, dan eksplan yang digunakan (George dan Sherrington,1984).

1. Genotipe

Menurut Wattimena et al. (1992), genotip (sifat individu) merupakan salah satu faktor yang lebih dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan dan morfogenesis tanaman dalam kultur jaringan. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan eksplan (obyek kultur) yaitu kebutuhan nutrisi (makro dan mikro), ZPT (Auksin dan sitokinin), dan lingkungan kultur. Semua sel atau tanaman belum tentu dapat dilakukan secara in vitro, hal ini disebabkan adanya perbedaan kemampuan daya tumbuh atau regenerasi dari masing-masing jenis sel dan genotip tanaman. Pada setiap jenis eksplan atau sel dan genotip tanaman memerlukan komposisi media yang berbeda-beda.

2. Media Kultur

Media kultur jaringan dibedakan menjadi dua yaitu media dasar dan media perlakuan. Media dasar merupakan kombinasi zat yang mengandung hara esensial (makro dan mikro), sumber energi dan vitamin. Media dasar yang paling sering dan paling banyak digunakan adalah komposisi media dari Murashige dan Skoog (Gunawan, 1992). Masing-masing jenis eksplan atau sel dan genotip tanaman memerlukan komposisi media yang berbeda-beda (Pierik 1987).

3. Lingkungan Tumbuh

Lingkungan tumbuh merupakan kedaaan fisik tempat kultur ditumbuhkan. Berikut ini faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi:

a. Temperatur atau suhu. Suhu dibawah optimum dapat memperlambat pertumbuhan eksplan, begitu pula suhu dibawah optimum.

b. Penyinaran meliputi panjang penyinaran, intensitas penyinaran, dan kualitas sinar, dan panjang gelombang tanaman. Penyinaran yang baik yaitu menggunakan gabungan lampu flourescent putih dengan lampu biasa sebanyak 30% dari jumlah watt seluruh penyinaran.

c. Ukuran wadah kultur (Gunawan, 1995). Pada teknik kultur jaringan tanaman, cahaya dinyatakan dengan dimensi lama penyinaran, intensitas dan kualitasnya.

4. Eksplan

Menurut Yusnita (2003), penggunaan eksplan yang bersifat meristematik (akti membelah) umumnya memberikan keberhasilan pembentukan embrio somatik yang lebih tinggi. Eksplan (obyek kultur) yang dapat digunakan berupa aksis embrio zigotik muda dan dewasa, kotiledon, mata tunas, epikotil maupun hipokotil. Umur fisiologi, umur ontogenik, ukuran eksplan, serta bagian tanaman yang diambil merupakan hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih eksplan (obyek kultur) yang akan digunakan sebagai bahan awal kultur.

Pelajari lebih lanjut

1. hibridasi: brainly.co.id/tugas/3667213

2. bioteknologi tradisional: brainly.co.id/tugas/13977694

3. tanaman transgenik: brainly.co.id/tugas/1438426

Detil jawaban

Mapel: Biologi

Kelas: 12

Bab: Bioteknologi

Kode: 12.4.8

Kata kunci: bioteknologi, kultur jaringan, faktor-faktor keberhasilan kultur jaringan, teknologi reproduksi tanaman

Sekian tanya-jawab mengenai Reproduksi tanaman anggrek secara alami memang sulit. Untuk itu para ahli mengembangkan perbanyakan…, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.


Leave a Reply

Your email address will not be published.