Jawaban cara menanam dengan cara vertikultur - kevinjtimothy.me

Jawaban cara menanam dengan cara vertikultur


Jika kamu sedang mencari jawaban atas pertanyaan: cara menanam dengan cara vertikultur, maka kamu berada di tempat yang tepat.
Disini ada beberapa jawaban mengenai pertanyaan tersebut. Silakan baca lebih lanjut.

Pertanyaan

cara menanam dengan cara vertikultur

Jawaban #1 untuk Pertanyaan:

cara menanam dengan cara vertikultur

Sistem pertanian vertikultur adalah sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Sementara itu, vertikultur organik adalah budidaya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sarana media tanam, pupuk, dan pestisida berasal dari bahan organik non kimiawi. Sistem vertikultur merupakan solusi atau jawaban bagi yang berminat dalam budidaya tanaman namun memiliki ruang atau lahan sangatterbatas.

Jawaban #2 untuk Pertanyaan:

cara menanam dengan cara vertikultur

 Persemaian dan Penanaman : 
Untuk tanaman kangkung dan bayam benih bisa langsung ditanam
dalam media tanam talang air tersebut. Untuk tanaman cabai, terong, paprika,
sawi benih harus disemaikan terlebih dahulu. Namun karena talang air berukuran
kecil, jenis tanaman apa yang akan ditanam harus menjadi perhatian. Tanaman
yang bisa ditanam biasanya tanaman daun antara lain bayam, kangkung dan
sawi.
Cara persemaiannya adalah

– benih direndam dalam air hangat (± 50ºC) selama 1 (satu) jam. Semaikan
benih-benih tersebut ke dalam media tanam berupa bak plastik atau tray,
setelah tanaman mempunyai daun antara 4-5 helai, bibit bisa
dipindahkan langsung ke dalam talang air tersebut.
– Pemindahan bibit ke media
talang air tersebut harus sangat hati-hati, usahakan tanah masih menempel
pada akar tanaman. Lakukan penanaman pada sore hari atau pada pagi hari
dengan membenamkan tanaman sampai batas leher akar.
Pemeliharaan :

– Penyiraman dilakukan
sebanyak 2 (dua) kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari
– Penyulaman dilakukan bila
ada tanaman yang mati

Pemupukan dapat dilakukan
dengan 2 cara yaitu :
1. Dengan mengunakan
pupuk cair (NPK) lengkap sebanyak 1 (satu) gram dicairkan dalam 1 (satu)
liter air lalu disemprotkan ke daun tanaman sebanyak 100-250 cc pertanaman
atau tergantung umur tanaman dengan interval 1-2 minggu sekali.
2. Dengan menggunakan
NPK yang disiramkan pada media tanam bukan pada tanamannya. Dosis pupuk
yang dianjurkan untuk fase pertumbuhan adalah 2 sendok makan NPK/10 liter
air (1 ember) atau campuran urea + SP36 + KCl dengan perbandingan 2:1:1.

Sekian tanya-jawab mengenai cara menanam dengan cara vertikultur, semoga dengan ini bisa membantu menyelesaikan masalah kamu.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *